Jumat, 28 September 2007

MANA SAKSIMU ?

Saya diberitahu bahwa cara yg mungkin paling penting yg dilakukan seorang pengacara dalam membela suatu perkara di depan pengadilan adalah dg mengajukan saksi-saksi. Tentu bahwa para hakim dan juri memandang para pengacara berpandangan berat sebelah, sehingga mereka biasanya kurang mempertimbangkan hal-hal yg diucapkannya. Tetapi sebuah kesaksian yg bagus dariseorang saksi yg dapat dipercaya memberikan pengaruh luar biasa pada pengadilan dalam upaya pengacara itu memenangkan perkara.

Saksi jg berperan besar dalam penjualan.

Selama bertahun-tahun setiap kontrak yg saya jual ditandatangani, pembeli menandatangani „“tanda terima“ yg tercetak dari perusahaan kami. Tanda-tanda terima ini saya fotocopy dan tempelkan di buku catatan yg lepas-lepas halamannya. Ternyata manfaatnya besar sekali dalam usaha saya menarik orang-orang yg tidak saya kenal. Sebelum kontrak ditandatangani, biasanya saya mengutarakan, “Pak Allen, sebagai penjual tentu saja agak berpamrih. Apapun yg saya utarakan tentang rencana ini saya katakan baik; Oleh karena itu, saya berharap Anda mau berbicara dg orang lain yg tidak mempunyai kepentingan apapun dg penjulan ini. Boleh saya memakai telepon Anda sebentar?“ Kemudian saya menelpon salah seorang saksi terutama orang yg dikenal oleh prospek sewaktu ia melihat-lihat tandatangan para penerima kontrak. Seringkali dia itu seorang tetangga atau temannya. Kadang-kadang orang dari luar kota. Telepon interlokal ternyata sangat efektif.

Ketika pertama kali saya mencobanya, saya khawatir prospek akan mencegah saya, tetapi ternyata tidak ada seorangpun yg begitu. Bahkan mereka senang berbicara dg saksiku. Kadang-kadang orang itu adalah teman lamanya dan pembicaraannya menjadi melenceng jauh dari tujuan telpon yg semula.

Gagasan ini saya peroleh tanpa sengaja tapi ternyata merupakan cara yg bagus sekali. Saya tidak pernah begitu berhasil mengatasi keberatan orang-orang yg cerdas. Mereka banyak membaca buku teks dan suka berdebat. Ternyata kalau saya dapat membawa langsung saksiku, ternyata jauh lebih efektif. Dan untuk menjumpai mereka ternyata hanya sejangkauan tangan ke pesawat telpon.

Beberapa tahun yg lalu, teman dekat saya mencari mesin pemanas berbahan bakar minyak untuk rumahnya, ia menerima surat dan katalog dari berbagai perusahaan. Salah satu surat itu berbunyi demikian : “ini adalah daftar tetangga-tetangga Bapak yg memanaskan rumahnya dg mesin pemanas kami. Mengapa bapak tidak menelepon Pak Janes, tetangga Bapak, dan menanyakan tanggapannya atas mesin kami?

Kawanku memang lalu menelpon dan berbicara dg beberapa tetangganya dalam daftar itu. Dan dia lalu membeli mesin pamanas tadi. Cara yg tidak pernah keliru untuk memperoleh kepercayaan orang dengan cepat adalah dengan :

MENGAJUKAN SAKSIMU

SILAHKAN KIRIM KESAKSIAN PETANI/KIOS KE : putut_tms@yahoo.co.id

Sabtu, 22 September 2007

BELAJAR ?

Suatu Sabtu sore beberapa tahun yang lalu, saya tiba di Dallas, Texas. Kerongkonganku terserang infeksi, sampai saya tak bisa bicara. Padahal saya dijadwalkan untuk memberikan serangkaian ceramah selama lima malam yang akan dibuka pada Senin malam. Seorang dokter dipanggil. Ia mengobati saya, tapi keesokan harinya keadaanku tambah parah. Nampaknya tak mungkin untuk meneruskan rencana ceramah tersebut.

Saya lalu dibawa ke dokter Marchman di 814 Medical Arth Building, di Dallas. Ia datang dan melakukan suatu hal yang akan dinyatakan tidak mungkin oleh dokter yang pertama. Ternyata, saya dapat terus melakukan ceramah setiap malam dan berbicara secara penuh.

Selama pemeriksaan dokter Marchman menanyakan di mana saya tinggal. Waktu saya beritahu di Philadelphia, ia mengernyitkan alisnya. “Oh ya, kalau begitu Anda tinggal di pusat dunia kedokteran,“ katanya. “Setiap musim panas, saya pergi ke sana menghadiri ceramah dan praktek klinis.“

Saya heran betul! Ia seorang yang paling laris prakteknya di kawasan baratdaya. Namun dalam umurnya yang sudah enampuluh enam tahun itu, ia masih terus berminat mengikuti perkembangan mutakhir dalam profesinya, sehingga setiap tahun ia memakai liburnya selama enam minggu, untuk menghadiri ceramah dan praktek klinis. Jadi tidak mengherankan kalau di Dallas, Texas, ia memperoleh reputasi sebagai spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan yang hebat.

Berapa lama kita harus tetap belajar? Ya, Dokter Marchman dari Dallas Texas masih bersemangat tinggi dalam usia 66 dan ia tak pernah berpikir untuk berhenti. Henry Ford berkata, „“Setiap orang yang berhenti belajar, maka ia sudah tua, baik ia berumur dua puluh maupun delapan puluh. Setiap orang yang tetap belajar, akan awet muda.“

Nah kalau Anda ingin mendapatkan kepercayaan diri dan memperoleh kepercayaan orang lain, aturan yang mendasar adalah :

KUASAILAH BIDANGMU DAN TERUS-MENERUS MENGIKUTI PERKEMBANGAN DI BIDANGMU